D’Youth Fest tahun ini tampil dengan konsep lebih kolaboratif, produktif, dan berdampak.

Pertunjukan operet bertajuk “Princess Panda: The Art of Light and Shadow” serangkaian D’Youth Fest 6.0. - Istimewa
TEATER Kini Berseri (Tekiber) melalui pertunjukan operet bertajuk “Princess Panda: The Art of Light and Shadow”, tampil memukau dengan sebuah karya seni pertunjukan yang mengangkat pesan tentang keseimbangan hidup, harmoni, dan pertumbuhan.
Kehadiran Tekiber di panggung Dharma Negara Alaya pada 11-13 Juni 2026 menjadi bagian dari semangat kolaboratif yang terus didorong dalam penyelenggaraan D’Youth Fest sebagai ruang bertemunya kreativitas lintas sektor dan lintas komunitas.
Creative Director pertunjukan, I Gede Benny Dipo Pratama, menjelaskan bahwa tema “Princess Panda: The Art of Light and Shadow” dipilih untuk menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya menemukan keseimbangan di tengah perbedaan.
Melalui perjalanan para tokohnya yang berasal dari dunia dan pandangan yang berbeda, pertunjukan ini menggambarkan bagaimana harmoni dapat tercipta ketika perbedaan tidak lagi menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi.
Selaras dengan tema besar Feel The Grow yang diusung D’Youth Fest tahun ini, pertunjukan tersebut menjadi refleksi tentang bagaimana generasi muda dapat tumbuh kembali melalui kreativitas, empati, dan kolaborasi. Seni pertunjukan pun hadir sebagai medium yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan sosial yang relevan dengan dinamika kehidupan anak muda saat ini.
Benny menyampaikan apresiasi atas dukungan BKRAF Kota Denpasar dan Pemerintah Kota Denpasar yang terus membuka ruang kreatif bagi anak muda melalui D’Youth Fest.
Menurutnya, Kota Denpasar memiliki potensi seni pertunjukan yang sangat besar, ditopang oleh talenta muda kreatif, komunitas yang aktif, serta kekayaan budaya yang terus menjadi inspirasi. Ia menilai seni pertunjukan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana edukasi, kolaborasi, serta peluang untuk anak muda terus produktif.
“Semoga D'Youth Fest terus menjadi wadah yang mendorong tumbuhnya talenta baru dan memperkuat Denpasar sebagai kota yang kreatif,” ujarnya.
Sementrara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Riyastiti turut memberikan apresiasi atas partisipasi Teater Kini Berseri dalam mendukung semangat kolaborasi lintas subsektor kreatif di D’Youth Fest 6.0.
“Kami mengapresiasi keterlibatan Teater Kini Berseri yang telah memberikan suguhan seni pertunjukan berkualitas sekaligus memperlihatkan potensi luar biasa anak muda Denpasar. Kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa sektor kreatif memiliki peran besar dalam memperkuat identitas kota, sekaligus menjadi ruang positif untuk pengembangan karakter, kreativitas, dan produktivitas generasi muda,” ujarnya.

D’Youth Fest tahun ini tampil dengan konsep lebih kolaboratif, produktif, dan berdampak. Badan Kreatif Denpasar (Bkraf Denpasar) menghadirkan D’Youth Fest 6.0 sebagai ruang ekspresi generasi muda.
Berlangsung sepanjang Juni-Juli 2026, D’Youth Fest 6.0 tidak hanya menghadirkan hiburan dan panggung kreativitas, namun juga dirancang menjadi ruang bertemu ide, jejaring, hingga peluang pengembangan kapasitas anak muda.
Ketua BKraf Denpasar, Ari Setiya Wibawa, menegaskan bahwa D’Youth Fest tahun ini membawa sejumlah inovasi penting yang membedakannya dari penyelenggaraan sebelumnya.
“D’Youth Fest 6.0 bukan hanya festival anak muda atau ruang hiburan semata, tetapi kami desain sebagai ruang bertumbuh bagi generasi kreatif Kota Denpasar. Sesuai arahan Bapak Walikota Denpasar, festival ini harus menjadi ruang temu ide, kreativitas, dan peluang produktif agar anak muda tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi terdorong menjadi pelaku kreatif yang aktif berkontribusi dalam pengembangan ekonomi kreatif,” ujar Ari.
Menurut Ari, salah satu inovasi utama D’Youth Fest 6.0 adalah keterlibatan lintas sektor yang semakin kuat rencana kolaborasi bersama berbagai organisasi profesi, komunitas, hingga jejaring kreatif regional. Tahun ini, Bkraf Denpasar mengundang Ikatan Arsitek Indonesia, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, serta mendapat dukungan dari Gekraf Se-Bali sebagai bagian dari penguatan ekosistem kreatif anak muda di Kota Denpasar.
Kehadiran IAI membuka ruang diskusi dan eksplorasi kreatif terkait arsitektur, tata ruang hujau yang akan menjadi diskusi menarik untuk generasi muda. Sementara HIPMI dilibatkan untuk mempertemukan kreativitas anak muda dengan semangat kewirausahaan, membuka perspektif baru bahwa kreativitas dapat tumbuh menjadi peluang ekonomi produktif. Dukungan Gekraf se-Bali juga memperluas jejaring kolaborasi lintas kabupaten/kota sehingga D’Youth Fest menjadi ruang pertukaran ide kreatif dalam skala lebih luas.
“Kalau sebelumnya anak muda datang hanya untuk menikmati konser atau hiburan, tahun ini kami berharap mereka mereka pulang membawa wawasan baru, relasi yang lebih luas, serta terbukanya kemungkinan kolaborasi dan pengembangan usaha,” tambah Ari.
Selain menghadirkan ruang kreativitas, D’Youth Fest 6.0 tahun ini juga memperkuat komitmen terhadap penyelenggaraan festival yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Bkraf Denpasar menghadirkan inovasi pengelolaan sampah terintegrasi selama pelaksanaan festival sebagai bagian dari edukasi budaya sadar lingkungan bagi generasi muda.
“Kami ingin D’Youth tidak hanya meninggalkan kesan sebagai festival yang meriah, tetapi juga festival yang bertanggung jawab. Bkraf Denpasar mulai menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur, sehingga kami ingin mengajak generasi muda belajar bahwa event besar pun bisa tetap tertib, bersih, dan berkelanjutan,” tutup Ari.




Maximize your space, with charming light and stunning curtain arches and Experience a space that provides tranquility.
© Copyright Manah Bali. All Rights Reserved.