UVJF 2026 Komitmen Usung Jazz Murni

Festival ini menjadi ruang pertemuan bagi musisi dan penonton untuk terhubung melalui apresiasi bersama terhadap kreativitas, keberagaman, dan bahasa universal musik.

By Manah Bali
| July 31, 2026

Konferensi pers UVJF 2026 di Sanur, Denpasar, Kamis (30/7/2026). - Manah Bali

PERHATIAN para pecinta musik jazz dari seluruh dunia akan menuju destinasi wisata Ubud, Bali, pada awal Agustus ini. Ubud Village Jazz Festival (UVJF) 2026 akan hadir pada 7–8 Agustus 2026 di STHALA Ubud Bali, A Tribute Portfolio Hotel.

Memasuki penyelenggaraan ke-13, UVJF kembali mempertemukan musisi ternama dunia, talenta-talenta baru, serta pecinta musik dari berbagai negara. Festival akan menghadirkan jajaran musisi jazz kontemporer, straight-ahead jazz, tradisi big band, pengaruh world music, hingga kolaborasi lintas budaya yang inovatif.

“Ubud Village Jazz Festival masih paling murni menampilkan musisi-musisi jazz,” sebut Devy Ferdianto dari Salamander Big Band saat konferensi pers di Sanur, Denpasar, Kamis (30/7/2026).

Di UVJF 2026, salah satu orkestra jazz independen terlama di Indonesia akan merayakan hampir dua dekade perjalanan musiknya melalui formasi sekitar 27 musisi yang membawakan repertoar swing klasik, karya big band kontemporer, serta aransemen orisinal.

Menikmati musik jazz berkualitas dengan suasana lebih intim

Dengan latar keindahan alam Ubud, UVJF 2026 menawarkan suasana yang lebih intim, di mana penonton dapat menikmati musik berkualitas tinggi, pertukaran budaya yang bermakna, serta kolaborasi artistik yang tak terlupakan.

Deretan musisi jazz dunia lain yang akan tampil di UVJF 2026 adalah Pong Nakornchai Ensemble yang mempertemukan empat suara musik yang berbeda dari Thailand, Indonesia, dan Amerika Serikat dalam sebuah proyek jazz kontemporer yang berpusat pada komposisi pemain saksofon sopran Joe Rosenberg.

Berikutnya, H ZETTRIO menghadirkan warna unik dalam musik instrumental Jepang kontemporer. Dikenal melalui ciri khas hidung berwarna mereka—biru untuk H ZETT M (piano), merah untuk H ZETT NIRE (bass), dan perak untuk H ZETT KOU (drum)—trio ini terkenal dengan dialog musikal yang enerjik, permainan piano yang memukau, groove yang kuat, serta presisi ritmis yang tinggi.

Watchdog dari Prancis menampilkan Anne Quillier pada berbagai instrumen keyboard dan Pierre Horckmans pada klarinet. Musik mereka memadukan komposisi dan improvisasi dengan perhatian besar pada tekstur dan lanskap suara. Penampilan ini didukung oleh AJC (Association Jazzé Croisé) dan Institut Français Indonésie.

Simone Prattico Java Collective mempertemukan drummer dan komposer Italia Simone Prattico dengan musisi jazz Indonesia Sri Hanuraga (piano) dan Kevin Yosua (bass). Musik mereka menggabungkan pengaruh Mediterania, nuansa Jawa, dan improvisasi jazz kontemporer dalam format trio yang dinamis.

Straight and Stretch Quartet, yang dipimpin oleh Yuri Mahatma (gitar) dan Astrid Sulaiman (piano), menghadirkan interpretasi unik jazz dalam spektrum yang luas. Dikenal melalui penampilannya di berbagai festival besar di Indonesia, Eropa, dan Australia, kuartet ini memadukan kecanggihan jazz dengan semangat keterbukaan.

Pada kesempatan ini mereka akan berkolaborasi dengan trombonis Jepang Masahiko Kitahara, vokalis jazz Indonesia Dian Pratiwi, serta penyanyi dan penulis lagu asal Singapura Glen Wee yang akan membawakan karya-karya dari album debutnya Sounds in the City yang dirilis oleh Warner Music Singapore.

Strings Corner Project menawarkan dialog musikal yang memadukan ekspresi flamenco, improvisasi jazz, dan ritme Nusantara. Dipimpin oleh gitaris Adien Fazmail dan Icang Rahimy, kelompok ini menghadirkan pertunjukan yang kaya akan interaksi melodi dan eksplorasi ritmis.

Dengan suara yang hangat dan ekspresif, Dattie Do memadukan tradisi jazz dengan karyakarya personal yang sarat cerita. Bersama gitaris Hoang Tung dari Hanoi, Vietnam, serta musisi Indonesia Warman Sanjaya dan Sinuksma, mereka menghadirkan kolaborasi lintas budaya yang dibentuk oleh improvisasi, ritme, dan dialog musikal.

Sementara itu, Imelda Rosalin, vokalis, pianis, dan penulis lagu jazz Indonesia asal Jawa Barat yang dikenal melalui musikalitasnya yang matang serta akar yang kuat dalam musik klasik dan jazz, akan tampil bersama kuintetnya.

Legenda jazz Bali Dodot juga akan membawakan karya-karya orisinalnya bersama Wisnu Priambodo (drum) dan Helmy Agustrian (bass).

Festival juga menghadirkan talenta-talenta baru dalam skena jazz Bali seperti LaDju dan Michael Ananda Trio. Sebagai bagian dari komitmen UVJF dalam mendukung regenerasi musisi jazz Indonesia melalui semangat preservation of Jazzistry. Tahun ini festival juga menampilkan Rason Trio serta JZ.KA Trio, yang menampilkan para musisi muda berbakat Indonesia.

Selain pertunjukan musik, UVJF 2026 terus berkomitmen mendukung pertukaran artistik, dialog budaya, dan perkembangan jazz di Indonesia maupun kawasan regional. Festival ini menjadi ruang pertemuan bagi musisi dan penonton untuk terhubung melalui apresiasi bersama terhadap kreativitas, keberagaman, dan bahasa universal musik.

“Walaupun festival kita kecil, intimate, tidak sebesar festival lain di Indonesia, tapi kita tetap konsisten, dan kita punya komitmen. Itu yang terus kita jaga,” kata Co-Founder UVJF Anom Darsana.

Artikel lainnya

Transform Your Space with Perfect Curtains

Maximize your space, with charming light and stunning curtain arches and Experience a space that provides tranquility.

Social Media

© Copyright Manah Bali. All Rights Reserved.

menucross-circle