“Kita harus membekali diri melalui peningkatan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan soft skills, serta senantiasa memohon restu dan doa orang tua sebagai bekal dalam setiap langkah pengabdian.”

BKSDA Bali menyelenggarakan Field Trip Penguatan Kader Konservasi Alam Bali Tahun 2026 pada 22–24 Juni 2026. - Istimewa
BALAI Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali menyelenggarakan Field Trip Penguatan Kader Konservasi Alam Bali Tahun 2026 pada 22–24 Juni 2026.
Sebanyak 23 peserta mengikuti kegiatan yang sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Road to Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2026. Para peserta merupakan perwakilan dari 40 Kader Konservasi Alam binaan BKSDA Bali yang berasal dari tujuh sekolah menengah atas di Provinsi Bali.
Perjalanan mengusung tema "Menjelajah Alam, Belajar Tangguh dan Berkarakter" dilaksanakan di Taman Nasional Bali Barat, Taman Wisata Alam Danau Buyan–Danau Tamblingan, dan Tasta Zoo. Field trip menjadi momentum strategis untuk menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga keanekaragaman hayati dan ekosistem sejak dini.
Kepala BKSDA Bali Ratna Hendratmoko menyampaikan, melalui kegiatan tersebut peserta akan memperoleh tiga hal penting sebagai bekal dalam proses pembelajaran dan pengembangan diri.
Pertama, tumbuhnya rasa bangga terhadap diri sendiri karena memiliki kesempatan mengikuti pembelajaran langsung di kawasan konservasi sehingga pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi untuk dibagikan kepada orang lain.
Kedua, kegiatan lapangan akan menjadi ruang untuk mengenali karakter diri maupun karakter sesama peserta melalui interaksi, kerja sama, serta berbagai tantangan yang dihadapi selama kegiatan berlangsung.
Dan, ketiga, peserta akan memperoleh pengalaman dan pembelajaran baru yang dapat memperkaya wawasan, meningkatkan keterampilan, serta menambah nilai dan kualitas diri sebagai bekal dalam mengemban peran sebagai Kader Konservasi Alam.
Perjalanan diawali dengan kunjungan ke Taman Nasional Bali Barat. Peserta memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan Taman Nasional Bali Barat, keanekaragaman hayati yang terdapat di dalam kawasan, fungsi taman nasional sebagai kawasan konservasi in-situ.
Sebagai bentuk implementasi aksi nyata konservasi, peserta menanam 40 bibit mangrove (Bruguiera gymnorhiza) dan melaksanakan kegiatan bersih lingkungan (clean up) di Perkemahan Alam Karangsewu.
Memasuki hari kedua peserta mengikuti kegiatan birdwatching di kawasan Karangsewu menggunakan aplikasi Merlin Bird ID untuk membantu identifikasi burung berdasarkan suara maupun pengamatan langsung di lapangan.
Dari hasil pengamatan, peserta berhasil mengidentifikasi sekitar 14 jenis burung, di antaranya Curik Bali (Leucopsar rothschildi), Kuntul Kecil (Egretta garzetta), Cekakak Sungai (Todiramphus chloris), Bondol Jawa (Lonchura leucogastroides), dan beberapa jenis burung lainnya yang umum dijumpai di kawasan Taman Nasional Bali Barat.
Usai menyelesaikan rangkaian kegiatan di Taman Nasional Bali Barat, peserta melanjutkan perjalanan menuju TWA Danau Buyan–Danau Tamblingan. Di lokasi tersebut, peserta mengikuti kegiatan Tapping "Suara dari Alam" untuk meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan melalui pengamatan langsung di kawasan konservasi.
Dalam sesi refleksi, Kepala BKSDA Bali mengajak peserta untuk terus mengembangkan kapasitas diri, memperkuat karakter, dan menjaga komitmen sebagai Kader Konservasi Alam agar mampu menjadi generasi muda yang berperan aktif dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati.
”Kader Konservasi Alam Bali harus memiliki komitmen yang kuat, semangat belajar yang tinggi, dan terus berbenah diri agar mampu berkembang menjadi generasi muda yang berkarakter dan berintegritas. Kita harus membekali diri melalui peningkatan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan soft skills, serta senantiasa memohon restu dan doa orang tua sebagai bekal dalam setiap langkah pengabdian,” ujar Ratna Hendratmoko
“Dengan bekal tersebut, para kader konservasi mampu menjadi agen perubahan yang berperan aktif dalam mendukung pelestarian sumber daya alam dan ekosistem.”
Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan edukatif ke Tasta Zoo untuk mempelajari penerapan konservasi ex-situ.




Maximize your space, with charming light and stunning curtain arches and Experience a space that provides tranquility.
© Copyright Manah Bali. All Rights Reserved.