Sekolah Rakyat di Karangasem Rampung 95 Persen

Jumlah siswa yang sudah mendaftar SD 19 orang, SMP dan SMA masing – masing ada 90 orang.

By Manah Bali
| July 14, 2026

Gubernur Bali Wayan Koster meninjau progress pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, pada Senin (13/7/2026). - Istimewa

GUBERNUR Bali Wayan Koster meninjau progress pembangunan sekaligus penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026-2027 untuk Siswa SD, SMP, dan SMA di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, pada Senin (13/7/2026).

Sekolah Rakyat di Kabupaten Karangasem ini merupakan salah satu program strategis Presiden RI Prabowo Subianto yang berdiri di lahan Pemerintah Provinsi Bali seluas 5,6 hektare.

Sekolah Rakyat bertujuan untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem dengan memperluas akses pendidikan yang merata. Program sosial pendidikan ini dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mendapatkan pendidikan dan fasilitas asrama yang layak.

Dalam kunjungannya, Gubernur Koster menyempatkan waktu menyapa siswa – siswi SD, SMP, dan SMA yang sedang melakukan proses pendaftaran hingga meninjau ruang kelas belajar siswa SD yang dilengkapi dengan meja/kursi untuk siswa dan guru, lemari, media pembelajaran papan tulis, dan infrastruktur pendukung berupa pencahayaan lengkap dengan kipas angin dan ventilasi.

Fasilitas Ibadah seperti pura, kantin, toilet, asrama siswa, fasilitas air bersih, tempat cuci baju, hingga listrik juga menjadi perhatian Gubernur Koster dalam kunjungan tersebut, seraya menanyakan beberapa infrastruktur strategis seperti kesiapan air, listrik, makanan, progress pembangunan, prasarana pendidikan, dan Guru Sekolah Rakyat.

Progress pembangunan Sekolah Rakyat

Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Ni Nengah Satriyani, menyampaikan kepada gubernur pengerjaan Sekolah Rakyat sudah mencapai 95 persen dan target selesai pada tanggal 30 Juli 2026. Pada 31 Juli, sebanyak 74 siswa akan belajar secara permanen di Sekolah Rakyat.

"Kami mohon waktu perbaikan dan pembersihan di lapangan. Kami komitmen menyelesaikan pekerjaan ini lengkap dengan fasilitas lainnya," ujarnya.

Secara umum, bangunan Sekolah Rakyat yang sudah dikerjakan meliputi gedung SD sebanyak 18 Kelas dengan kapasitas mencapai 540 siswa, gedung SMP dan gedung SMA masing – masing memiliki jumlah 9 kelas dengan kapasitas mencapai 270 siswa, asrama SD memiliki 4 bangunan dengan 8 kamar untuk kapasitas 136 siswa, asrama SMP dan asrama SMA masing – masing memiliki 2 bangunan dengan 8 kamar untuk kapasitas 136 siswa, rusun guru memiliki 2 bangunan dengan 24 ruang untuk kapasitas 52 guru, dan gedung serbaguna berkapasitas 750 siswa, selain juga terdapat lapangan sepakbola, lapangan basket, dan tempat ibadah.

Sementara Direktur Pemberdayaan Sosial Komunitas Adat Terpencil Kemensos, Ketut Supena dihadapan Gubernur Koster melaporkan, para siswa Sekolah Rakyat akan mendapatkan prasarana pendidikan secara gratis yang meliputi dari pakaian sekolah, buku, laptop, hingga makanan bergizi sebanyak tiga kali dalam sehari.

Sesuai agenda sebelum belajar, siswa di Sekolah Rakyat juga akan mendapatkan cek kesehatan gratis, tes kebugaran, tes DNA yang diperuntukan untuk mengetahui potensi dan kekurangan dari masing – masing siswa.

Kepala Sekolah Rakyat, Putu Jaya Negara melaporkan jumlah siswa yang sudah mendaftar SD 19 orang, SMP dan SMA masing – masing ada 90 orang.

Untuk sementara guru SD melibatkan Non ASN yang sudah memiliki kompetensi dan bekerja selama tiga bulan. Guru SMP saat ini jumlahnya ada 11 orang yang didatangkan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Karangasem, dan Guru SMA masih berstatus guru tamu yang berasal dari Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Dalam jangka panjang, kebutuhan guru di Sekolah Rakyat sedang direkrut oleh pemerintah.

Gubernur Koster meminta Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Ni Nengah Satriyani untuk mempersiapkan dengan baik finishing pekerjaan asrama, dapur, kamar mandi, ruang kelas belajar, sehingga akhir Juli 2026 ini sudah selesai.

"Jadi Titiang terus pantau perkembangan pembangunan gedung Sekolah Rakyat ini, berkoordinasi dengan PUPR dan Cipta Karya. Kunjungan hari ini titiang ingin mendapat laporan detail dan hasil kunjungannya akan saya koordinasikan ke Bapak Menteri Sosial, supaya program strategis Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto berjalan sesuai harapan niat baik Bapak Presiden," jelas Koster.

Artikel lainnya

Transform Your Space with Perfect Curtains

Maximize your space, with charming light and stunning curtain arches and Experience a space that provides tranquility.

Social Media

© Copyright Manah Bali. All Rights Reserved.

menucross-circle