Nilai spiritual dan keabsahan suatu upacara tidak diukur dari kemewahan materialnya, melainkan dari ketulusan hati serta kesesuaiannya dengan tatwa (sastra) agama Hindu.

PHDI Kabupaten Badung menyelenggarakan Upacara Manusa Yajnya Metatah Bersama bertempat di Jaba Pura Dalem Penataran, Desa Adat Sading, Kecamatan Mengwi, Badung, pada Rabu (24/6/2026). - Istimewa
Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Badung menyelenggarakan Upacara Manusa Yajnya Metatah Bersama bertempat di Jaba Pura Dalem Penataran, Desa Adat Sading, Kecamatan Mengwi, Badung, pada Rabu (24/6/2026).
Upacara sakral yang sarat akan makna spiritual ini diikuti oleh 36 orang peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Badung.
Ketua Harian PHDI Kabupaten Badung, Dr. Drs. I Gede Rudia Adiputra, M.Ag, didampingi oleh Jero Bendesa Adat Sading dan jajarannya, serta Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Sangging, I Gede Wena, S.H., menegaskan bahwa esensi utama dari upacara metatah atau potong gigi adalah penyucian diri dari sifat-sifat buruk manusia (Sad Ripu). Nilai spiritual dan keabsahan suatu upacara tidak diukur dari kemewahan materialnya, melainkan dari ketulusan hati serta kesesuaiannya dengan tatwa (sastra) agama Hindu.
"Hal ini kami lakukan sesuai dengan visi dan fungsi Parisada, yaitu menyelenggarakan pelayanan serta melindungi umat. Ini merupakan pelaksanaan bersama yang ketiga kalinya, di mana sebelumnya yang pertama telah kami laksanakan di Padang Luwih, yang kedua di desa adat lainnya, dan yang ketiga ini kami lakukan bersinergi dengan Jero Bendesa Adat Sading beserta seluruh jajarannya," ujar I Gede Rudia Adiputra.
Melalui kerja sama yang solid dengan pihak Desa Adat Sading, PHDI Badung berhasil menekan pembiayaan hingga seminimal mungkin tanpa mengurangi sedikit pun nilai kesakralan prosesi tersebut. Dana kegiatan diperoleh secara mandiri melalui pemanfaatan dana umat yang disisihkan secara efektif, serta ditopang oleh kontribusi punia yang sangat terjangkau dari para peserta metatah.
Prinsip efisiensi biaya ini sengaja diadopsi guna meringankan beban ekonomi masyarakat, sekaligus memberikan edukasi bahwa upacara keagamaan yang besar dan sakral tetap bisa dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat melalui konsep gotong royong dan kebersamaan.
"Kami selalu berupaya lakukan dengan efisiensi namun efektif. Bagaimana kita menekan pembiayaan semaksimal mungkin, namun prosesi ini tetap berjalan sesuai dengan katul (tuntunan) agama. Semoga di tahun-tahun yang akan datang lebih banyak umat yang bisa kami fasilitasi, dan kami mampu melaksanakan pengayoman yang lebih besar, lebih bagus, dan lebih efektif demi kebaikan serta kesejahteraan umat secara bersama-sama," pungkasnya.




Maximize your space, with charming light and stunning curtain arches and Experience a space that provides tranquility.
© Copyright Manah Bali. All Rights Reserved.