Funday Traditional Games Buka Hari Anak Nasional di Badung

Melahirkan generasi muda yang bangga terhadap identitas budayanya dan berperan aktif dalam melestarikannya.

By Manah Bali
| July 19, 2026

Funday Traditional Games di Lapangan Depan Rumah Jabatan Bupati Badung, pada Sabtu (18/7/2026). - Istimewa

Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Badung bersama Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Badung menggelar Funday Traditional Games di Lapangan Depan Rumah Jabatan Bupati Badung, pada Sabtu (18/7/2026).

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengenal, memainkan, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya.

“Harapan kami, dalam setiap fase kehidupannya anak-anak dapat memperoleh seluruh hak dasarnya, yaitu hak untuk hidup, hak tumbuh dan berkembang, hak memperoleh perlindungan, serta hak untuk berpartisipasi,” ujar Kepala DP2KBP3A Kabupaten Badung, dr. I Nyoman Gunarta saat membuka acara.

Dipilihnya Funday Traditional Games sebagai kegiatan pembuka merupakan bentuk komitmen DP2KBP3A bersama Forum Anak Daerah Badung dalam menjaga keberlangsungan permainan tradisional di tengah perkembangan zaman.

Funday Traditional Games menghadirkan kompetisi permainan tradisional yang terdiri atas lomba bakiak, deduplak, dan lari balok dengan melibatkan 20 sekolah dasar dari berbagai wilayah di Kabupaten Badung.

Kemeriahan ini sekaligus membuka ajang
Swakarya Praba yang diselenggarakan FAD Kabupaten Badung dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.

Tahun ini, Swakarya Praba mengangkat tema "Samsara", yang menggambarkan kehidupan sebagai sebuah siklus yang terus berputar dan mengalami perubahan.

Rangkaian Hari Anak Nasional berikutnya meliputi kompetisi e-sport bagi pelajar SMA, perlombaan untuk pelajar SMP, lomba antar Forum Anak Daerah kecamatan, hingga puncak peringatan Hari Anak Nasional pada 28 Juli 2026.

Pada puncak acara nanti juga akan diluncurkan Majalah Elektronik SALIA (Sahabat Literasi Anak) yang sepenuhnya dikreasikan oleh anak-anak FAD Badung dengan konten yang disusun sesuai kebutuhan anak.

Ketua FAD Badung, Made Dheandra Satria Atmika, mengatakan antusiasme peserta terhadap Funday Traditional Games sangat tinggi. Meskipun hanya tersedia kuota bagi 20 sekolah dasar, jumlah sekolah yang ingin berpartisipasi jauh lebih banyak.

Tingginya minat tersebut menunjukkan bahwa permainan tradisional masih mendapat tempat di hati anak-anak dan menjadi media yang efektif untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah.

"Antusiasme sekolah sebenarnya sangat tinggi, namun kuota yang tersedia hanya 20 peserta. Hal ini membuktikan bahwa anak-anak SD di Kabupaten Badung masih aktif menjaga budaya melalui permainan tradisional," katanya.

Ia berharap Funday Traditional Games tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu melahirkan generasi muda yang bangga terhadap identitas budayanya dan berperan aktif dalam melestarikannya.

Artikel lainnya

Transform Your Space with Perfect Curtains

Maximize your space, with charming light and stunning curtain arches and Experience a space that provides tranquility.

Social Media

© Copyright Manah Bali. All Rights Reserved.

menucross-circle