Desa Adat Kapal Kembangkan Potensi Pura Beji Dedari

Tradisi penglukatan di Pura Beji Dedari sejatinya telah berlangsung sejak lama dan rutin dimanfaatkan masyarakat lokal sebagai sarana penyucian diri.

By Manah Bali
| May 27, 2026

Pura Beji Dedari di Desa Adat Kapal, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung. - Istimewa

DESA Adat Kapal yang berlokasi di Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung, terus berupaya menjaga kelestarian kawasan suci Pura Beji Dedari. Krama Desa Adat Kapal
mengembangkan potensinya sebagai destinasi penglukatan spiritual yang tertata dan profesional.

Bale Pawedan, Bale Angklung, Bale Dapur, bale pesandekan, hingga fasilitas toilet dibangun guna menunjang kenyamanan masyarakat dan umat Hindu yang datang melakukan penglukatan atau penyucian diri di kawasan tersebut.

“Setelah pembangunan rampung, bangunan ini diupacarai melalui prosesi Tegak Pujawali di Pura Beji Dedari,” ujar Kelihan Desa Adat Kapal, I Ketut Sudarsana, saat upacara pamelaspasan, Rabu (27/5/2026).

Sudarsana menyampaikan bahwa upacara melaspas dilaksanakan sebagai rangkaian penyucian bangunan yang telah selesai dibangun sebelum digunakan secara penuh untuk kegiatan keagamaan dan pelayanan umat.

Menurutnya, tradisi penglukatan di Pura Beji Dedari sejatinya telah berlangsung sejak lama dan rutin dimanfaatkan masyarakat lokal sebagai sarana penyucian diri. Meski belum sepopuler lokasi penglukatan lainnya di Bali, keberadaan Beji Dedari tetap dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat adat setempat.

“Penglukatan di sini memang dari dulu sudah ada dan sering dimanfaatkan masyarakat lokal untuk penyucian diri. Kami ingin menyebarluaskan informasi bahwa penglukatan Beji Dedari yang berada di Banjar Langon terbuka untuk masyarakat umum yang ingin melukat,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa masyarakat yang ingin melakukan penglukatan dapat langsung datang ke lokasi dan mengikuti arahan pemangku yang bertugas memandu jalannya prosesi.

“Cukup datang ke lokasi, nanti pemangku yang ada di rumah bagian depan akan membantu dan mengatur prosesi penglukatan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sudarsana menegaskan bahwa pengembangan kawasan spiritual ini tidak hanya bertujuan menjaga nilai adat, budaya dan religius, tetapi juga mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui pengelolaan yang lebih profesional.

Untuk itu, Desa Adat Kapal akan mengelola kawasan penglukatan tersebut melalui Badan Usaha Padruwen Desa Adat (BUPDA) dengan melibatkan generasi muda desa dalam operasional dan pengembangannya.

“Kami ingin penglukatan ini dikelola secara profesional melalui BUPDA sehingga mampu meningkatkan income desa. Selain itu, pemuda desa juga kami libatkan agar mereka memiliki peluang pekerjaan,” imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Badung pun turut
memberikan dukungan Desa Adat Kapal yang mengembangkan Pura Beji Dedari sebagai Destinasi Penglukatan Spiritual. Mewakili Bupati Badung.Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Badung, I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra menyerahkan dana punia sebesar Rp25 juta.

Sudarsana berharap seluruh masyarakat dapat bersama-sama menjaga kesucian dan kelestarian Pura Beji Dedari agar tetap ajeg sebagai kawasan spiritual yang diwariskan secara turun-temurun.

“Kami berharap seluruh masyarakat bersama-sama menjaga Beji ini agar tetap ajeg dan lestari. Selain itu, mari meningkatkan nilai spiritual dengan melakukan penyucian diri secara pribadi,” tutupnya.

Artikel lainnya

Transform Your Space with Perfect Curtains

Maximize your space, with charming light and stunning curtain arches and Experience a space that provides tranquility.

Social Media

© Copyright Manah Bali. All Rights Reserved.

menucross-circle