Meski hasil uji sampling menunjukkan pangan kuliner PKB aman dari bahan kimia berbahaya, BBPOM tetap mengimbau para pengunjung selalu memperhatikan sanitasi dan keamanan pangan.

Petugas Balai Besar POM di Denpasar melakukan uji sampling pangan yang dijual UMKM kelompok II PKB ke-48, pada Kamis (2/7/2026). - Manah Bali
BALAI Besar POM di Denpasar kembali melakukan uji sampling pangan yang dijual di stan-stan PKB ke-48, pada Kamis (2/7/2026). Pengujian menyasar pedagang kelompok II yang berjualan pada pekan II dan III PKB.
Sebelumnya BBPOM telah melakukan uji terhadap pangan olahan yang dijual pedagang kelompok I pada awal pelaksanaan pesta rakyat ini.
“Pedagangnya berbeda jadi untuk memastikan keamanan pangan di area kuliner PKB ini benar-benar higienis,” terang Ketua Tim Sertifikasi, Informasi dan Komunikasi BBPOM Denpasar Putu Ekayani saat di lokasi.
Pada pengujian kali ini kembali tidak ditemukan bahan kimia berbahaya pada sampling makanan yang diuji. Bahan kimia berbahaya terdiri dari boraks, formalin, rhodamin B, dan methanil yellow tidak ditemukan pada 18 sampel makanan yang diuji. Adapun sampel makanan yang diuji meliputi kerupuk, ikan teri, sate kakul, cumi, sambal terasi, tahu, bakso, sate ikan, bijik/cendol, hingga mie basah.
“Tidak ada bahan berbahaya yang ditambahkan pada makanan yang dijual,” jelas Ekayani.
Ekayani menyampaikan para pedagang juga semakin disiplin dalam penggunaan APD (alat pelindung diri) yang berperan dalam menjaga keamanan pangan dari cemaran fisik. Seperti penggunaan sarung tangan dan penutup kepala. “Jadi tidak ada lagi rambut yang jatuh ke makanan.”
Di samping cemaran kimia dan fisik, Ekayani juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk menghindari cemaran biologis. Menurutnya tempat sampah harus berpenutup agar tidak mengundang lalat hinggap. “Itu sudah menghindari bahaya biologi,” sebutnya.
Meski hasil uji sampling menunjukkan pangan kuliner PKB aman dari bahan kimia berbahaya, BBPOM tetap mengimbau para pengunjung selalu memperhatikan sanitasi dan keamanan pangan.
Salah satunya dengan Cek KLIK, yakni Cek Kemasan (pastikan tidak rusak), Cek Label (baca informasi produk), Cek Izin Edar (pastikan terdaftar), dan Cek Kedaluwarsa.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Bali Tri Arya Dhyana Kubontubuh dalam kesempatan sama menyampaikan total ada 72 UMKM yang lolos kurasi PKB tahun ini. Mereka dibagi menjadi dua kelompok berjualan masing-masing selama dua pekan.“Mereka bukan pedang pemula. Salah satu syarat kita merekrut mereka benar-benar pelaku UMKM yang kesehariannya memang menjual barang dagangan yang dijual saat ini,” kata Kubontubuh.




Maximize your space, with charming light and stunning curtain arches and Experience a space that provides tranquility.
© Copyright Manah Bali. All Rights Reserved.